Top News

Gus Miftah Sebut Penjual Es 'Goblok', Kontroversi Muncul di Media Sosial

Gus Miftah dan Penjual Es


Yogyakarta, 4 Desember 2024Gus Miftah, seorang ulama terkenal asal Yogyakarta, baru-baru ini menuai kontroversi setelah menyebut seorang penjual es "goblok" dalam sebuah acara yang disiarkan secara langsung. Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen dan masyarakat, terutama dari kalangan pedagang kecil.


Dalam video yang beredar luas di media sosial, Gus Miftah tengah berbicara tentang pentingnya mengelola usaha dengan bijak. Di tengah diskusinya, ia menyebut seorang penjual es yang dinilai tidak tahu cara memasarkan dagangannya dengan baik dan kurang profesional, lalu menyebutnya dengan kata "goblok."


Pernyataan ini langsung menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang merasa bahwa Gus Miftah, sebagai seorang ulama yang dikenal bijaksana, seharusnya memilih kata-kata yang lebih santun dalam memberi kritik. Mereka berpendapat bahwa kata "goblok" terlalu kasar dan tidak pantas, terlebih jika ditujukan kepada pedagang kecil yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.


Namun, beberapa orang juga berpendapat bahwa Gus Miftah mungkin hanya bermaksud memberi kritik konstruktif kepada penjual es tersebut, dengan harapan mereka bisa lebih cerdas dalam berbisnis dan memahami pemasaran modern.


BACA JUGA:

Gus Miftah sendiri telah memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya, menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan profesi pedagang kecil, melainkan sekadar ingin memberi pelajaran agar lebih teliti dan cerdas dalam menjalankan usaha. Ia menambahkan bahwa kata "goblok" tidak dimaksudkan untuk menghina, tetapi untuk menegur cara berbisnis yang tidak efisien.


Sementara itu, sejumlah pedagang dan netizen meminta agar ulama yang sering muncul di berbagai acara talkshow itu bisa lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, terutama yang bisa memengaruhi psikologis pedagang kecil yang rentan terhadap kritik tajam.


"Sebagai seorang ulama, Gus Miftah seharusnya bisa memberi contoh yang baik dalam menyampaikan kritik. Apalagi, bagi kami para pedagang, sedikit saja perkataan kasar bisa sangat berdampak," ujar seorang pedagang es di Yogyakarta.


Kontroversi ini pun mengingatkan banyak orang akan pentingnya komunikasi yang penuh rasa hormat, terlebih di media sosial yang memiliki dampak luas dan cepat. Seiring dengan berjalannya waktu, diskusi tentang peran figur publik dalam menyampaikan kritik dengan cara yang bijak terus berkembang di dunia maya.


Mau konten menarik lainnya?



Editor: 
Mediaribut
Copyright © Mediaribut



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama