Top News

Ibu-Ibu Mengamuk di Stasiun, Minta Pemberangkatan KAI Dipercepat Karena Orang tuanya Meninggal



Jakarta, 30 November 2024 – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta, pagi ini, ketika seorang ibu mengamuk di loket Kereta Api Indonesia (KAI), meminta agar keberangkatan kereta dipercepat dengan alasan ibunya baru saja meninggal dunia. Insiden ini menarik perhatian para penumpang dan petugas yang berada di lokasi.


Kejadian bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika seorang wanita yang tampak sangat panik, bernama Siti, mendatangi loket keberangkatan dengan terburu-buru. Sambil menangis, Siti meminta agar petugas KAI mempercepat jadwal keberangkatan kereta yang akan membawanya pulang ke kampung halaman. Ia mengklaim bahwa ibunya baru saja meninggal dan ia harus segera pulang untuk mengurus jenazah.


“Ibu saya meninggal, saya harus segera pulang! Kenapa keretanya harus nunggu lama? Cepat berangkatkan kereta saya!” ujar Siti, yang terlihat sangat emosional.


Siti, yang hendak naik kereta tujuan Solo, berusaha menjelaskan kepada petugas loket bahwa ia tidak bisa menunggu lebih lama karena situasi darurat yang dihadapinya. Namun, petugas yang tengah bertugas menjelaskan bahwa jadwal kereta sudah terjadwal sesuai aturan dan tidak dapat dipercepat begitu saja.


BACA JUGA:

“Kereta sudah ada jadwalnya dan tidak bisa dipercepat. Kami paham situasi darurat ini, tapi kami harus mengikuti prosedur yang ada,” jelas Rudi, salah satu petugas KAI di Stasiun Gambir.


Meski demikian, Siti yang tidak bisa menahan kesedihannya, semakin mengamuk dan berteriak, meminta agar pihak KAI memperhatikan perasaannya dan keadaan darurat yang sedang dihadapinya. Suasana semakin tegang, dan beberapa penumpang lain yang berada di sekitar lokasi ikut menyaksikan kejadian tersebut.


Aksi Siti memicu perhatian para penumpang lain, beberapa di antaranya mencoba menenangkan dan memberi dukungan moral. Seorang penumpang, yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan, “Saya bisa mengerti perasaan ibu itu, tapi memang agak sulit bagi KAI untuk mengubah jadwal yang sudah ditetapkan.”


Setelah beberapa menit, petugas keamanan stasiun tiba di lokasi untuk meredakan ketegangan. Mereka memberikan penjelasan lebih lanjut dan menawarkan solusi alternatif, seperti memberi informasi tentang jadwal kereta berikutnya yang bisa digunakan Siti untuk segera berangkat ke kampung halaman.


“Petugas kami sudah menawarkan beberapa opsi, termasuk mengatur ulang tiket jika perlu, agar ibu ini bisa segera berangkat dengan kereta berikutnya,” ujar Andi, Kepala Stasiun Gambir.


Kendati begitu, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan persiapan perjalanan bagi para penumpang. Pihak KAI menyarankan agar para calon penumpang mengonfirmasi jadwal keberangkatan sebelumnya dan mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak terjadi hambatan yang tidak diinginkan.


Pihak KAI juga mengimbau para penumpang untuk menghubungi layanan pelanggan jika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan perhatian khusus. Siti akhirnya dapat berangkat dengan kereta berikutnya setelah beberapa proses administrasi selesai dilakukan.


Insiden ini mengundang simpati dari banyak pihak, namun juga menegaskan bahwa dalam situasi darurat, penting untuk tetap mengikuti prosedur dan mencari solusi terbaik dengan komunikasi yang baik.


Mau konten menarik lainnya?



Editor: 
Mediaribut
Copyright © Mediaribut

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama