JAKARTA, Mediaribut - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pengendara ojek online (ojol) yang marah kepada pengemudi mobil setelah ditegur karena melawan arah.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Jakarta Keras, kejadian bermula ketika mobil menegur dengan cara mencegat motor ojol dan meminta putar balik karena melawan arah dekat tikungan.
Pengendara ojol tidak terima dengan tindakan pengemudi mobil tersebut. Pengendara ojol kemudian mengejar mobil itu, dan terjadi percekcokan antara keduanya.
| Pengendara ojol yang melawan arah |
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menilai kejadian ini mencerminkan menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
"Mengemudi melawan arah itu bukan hanya melanggar aturan,tetapi juga membahayakan diri sendiri dan orang lain," ujar Suep kepada Mediaribut, Senin (14/10/2024).
"Jalan raya bukan tempat untuk uji nyaloi Mengemudi melawan arah hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain," tambahnya.SUep juga menyoroti kurangnya rasa malu di kalangan pelanggar lalu-lintas saat ini.
BACA JUGA:
"Kita melihat perilaku yang salah ini seakan-akan menjadi budaya. Pelanggaran ini tidak hanya terjadi di lalu lintas, tetapi juga di semua aspek kehidupan, seperti ketika seorang guru memarahi murid tapi dilawan, atau praktik korupsi," katanya.
Menurut Suep, saat ini pelanggaran lalu lintas sering dilakukan secara beramai-ramai, membuat orang yang tadinya tidak ingin melanggar jadi ikut terlibat. "Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan secara massal ini menjadi pembelajaran yang buruk bagi anak-anak, di mana yang salah dianggap benar dan yang benar menjadi salah," ujarnya.
Meski begitu, Jusri juga menyoroti cara menegur para pelanggar lalu-lintas di jalan. Meski mobil tersebut benar tapi cara menegur yang kurang sesuai juga dinilai kurang bijak. "Salah dan benar bukan urusan kita, itu urusan polisi dan hakim. Sebaiknya bila kita melihat seseorang melakukan kesalahan, lebih baik kita menghindar. Dalam kasus ini, pengemudi mobil berusaha memberi pelajaran, tapi ojolnya tidak terima," kata Suep. "Jadi, bila kita melihat pelanggaran, catat dan viralkan, jangan langsung menghakimi. Tindakan seperti itu malah berbahaya, karena bisa memicu konflik," tutupnya.
Mau konten menarik lainnya?
Follow Instagram: https://www.instagram.com/mr.id77/
Follow Facebook: https://www.facebook.com/groups/842803427317191
Follow Twitter: https://x.com/VanessaAng14618Editor: Mediaribut
Copyright © Mediaribut
Posting Komentar